Makanan Pengganti Untuk Anak Yang Memiliki Alergi Susu Sapi

Sebagai salah satu penyebab alergi yang paling banyak diderita oleh masyarakat di seluruh dunia, susu merupakan salah satu sumber nutrisi yang paling penting untuk dikonsumsi, tidak hanya penting untuk anak-anak namun juga untuk orang dewasa. Namun bagi sebagian orang, susu menjadi penyebab munculnya Alergi Susu dan dapat memunculkan gejala-gejala alergi yang sangat mengganggu. Apabila anak mengalami alergi terhadap susu, setelah mengkonsumsi susu maka anak akan mengalami gejala alergi seperti eksim, kolik ataupun gejala lainnya. Setidaknya 3 dari 100 anak yang berumur di bawah 3 tahun mengalami alergi terhadap susu sapi.

Pada bayi, gejala alergi yang muncul biasanya berupa perut kembung, kolik, menangis dan juga diare. Setidaknya itu lah beberapa manifestasi alergi susu yang sering muncul di usia yang sangat muda. Terkadang orang tua salah mengartikan tangisan bayi sebagai mengantuk, lapar, kepanasan, ingin buang air dan lain sebagainya. Karena itulah terkadang gejala alergi tersebut tidak tertangani dengan baik. Mungkin jika gejala alergi yang muncul masih ringan, belum menjadi suatu masalah besar. Namun ketika ternyata gejala alergi yang muncul adalah gejala alergi yang tergolong berat seperti kesulitan bernapas, maka tentu akan sangat berbahaya apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera.

Pada anak-anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi, biasanya juga alergi terhadap susu kambing atau domba. Jadi sebagai orang tua, sebaiknya anda menghindari pemberian susu hewani sebagai minuman pengganti susu sapi. Lebih baik anda memberikan susu formula yang diformulasikan secara khusus untuk penderita alergi susu. Karena protein susu sapi di dalamnya sudah diproses sedemikian rupa sehingga tidak akan menimbulkan gejala alergi ketika dikonsumsi. Memang harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan susu formula yang biasa, namun tentunya harga tersebut lebih murah bila dibandingkan dengan kesehatan buah hati anda bukan. Pembeli dari susu khusus alergi tersebut juga tidak sebanyak susu formula pada umumnya. Anda bisa mendapatkan susu khusus tersebut di supermarket besar ataupun apotek.

Anda tidak perlu khawatir jika anak anda memiliki alergi susu sapi, karena seiring berjalannya waktu, ketika anak sudah dewasa maka alergi tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini disebabkan karena sistem daya tahan tubuh, sistem pencernaan dan fungsi organ tubuh anak sudah berkembang dengan baik dan dapat bekerja dengan optimal ketika anak sudah dewasa. Namun anda tidak boleh memberikan susu sapi secara langsung kepada anak walaupun ia sudah tumbuh dewasa. Berikanlah susu sapi sedikit demi sedikit (secara bertahap) untuk melihat toleransi anak terhadap susu sapi. Amati lah gejala-gejala yang muncul. Jika tidak ada gejala alergi yang muncul, kemungkinan besar anak sudah tidak memiliki alergi terhadap susu sapi. Untuk memastikannya, anda dapat melakukan tes alergi kepada anak di laboratorium.

Selama anak masih memiliki alergi susu, anda dapat mengganti sumber kalsium dari susu dengan makanan pengganti lainnya. Apabila sumber kalsium tidak diganti, maka pertumbuhan tulang, gigi, fungsi otot dan syaraf anak dapat terhambat. Anda bisa menggunakan sayur-sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, lalu jus jeruk, kacang kering dan juga buah plum yang mengandung kalsium sebagai pengganti susu sapi. Hindari segala produk olahan yang mengandung susu sapi seperti keju, yogurt bahkan es krim. Karena ketiga bahan tersebut paling enak dan disenangi oleh anak, anda harus tegas untuk melarang anak mengkonsumsi makanan tersebut.

Anda juga dapat memberikan gelang identitas yang menunjukkan bahwa anak memiliki alergi terhadap susu sapi. Sehingga dengan begitu kondisi kesehatan anak anda dapat teridentifikasi ketika terjadi situasi darurat dan tidak akan ada ketidaksengajaan dimana orang lain memberikan makanan atau minuman olahan yang mengandung susu sapi. Untuk mencegah terjadinya alergi pada anak, termasuk alergi terhadap susu sapi anda dapat memberikan ASI eksklusif pada anak hingga anak berusia 6 bulan. Karena ASI merupakan salah satu sumber nutrisi penting yang paling baik untuk anak dan dapat membantu sistem daya tahan tubuh anak. Hindari pemberian susu formula selama masa pemberian ASI untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kecuali dalam keadaan tertentu yang mendesak dan mau tidak mau anak hanya bisa diberikan susu formula tanpa diberikan ASI. Misalnya saja ASI tidak dapat keluar karena adanya faktor kesehatan. Jika anak sudah teridentifikasi positif memiliki alergi terhadap susu sapi namun tidak dapat mengkonsumsi ASI, maka mau tidak mau anda memberikan susu formula hipoalergik yang merupakan susu formula khusus untuk anak-anak yang menderita alergi. Susu ini sudah diformulasikan secara khusus agar tidak menimbulkan reaksi alergi pada anak. Harganya mungkin sedikit mahal, namun demi kenyamanan dan kebutuhan nutrisi anak mau tidak mau anda harus memberikan susu formula khusus .

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *